When I miss my novel at home

Misery is… when you have nothing to do & you don’t have a book with you.
Well, maybe it’s not YOU but ME.

Actually, that’s what happen with me today.
Usually, I bring always bring a novel to office.
Just in case, I didn’t go outside at lunch break & have nothing to do, I read.

But when I arrived at office this morning & check around, I just found out that I miss my novel at home.
And because I feel a strong urge to find out further story than I’ve read yesterday … it really feels like suffering *rollingeyes*… well, yeah I know it’s hyperbolic, LOL.

Passport expired

Because my passport will be expired less than 5 months, I should re-new it.
And should do it before too late (consider my habit lazing).
Ery has tried re-new his passport online & he said everything is so easy.
Well, obviously, it’s not for me.

Since last week, I prepare every documents & have it scanned today.
Today, on my lunch break, I go right to http://www.imigrasi.go.id/index.php & register to re-new my passport online.
Everything was fine, I refill every data they need (it’s showed by a small red star in every question that you need to fill) & straight to step 3, which is “proses pembayaran a.k.a payment process”.

Because it should pay onsite at BNI, we’ve to wait for the confirmation email from spri@imigrasi.co.id.
But… after 2 hours & 2x re-send (yes, I’m the kind of that impatient people that will re-send every 45 mins just to make you mad), I still haven’t get the email.

When I asked Ery, “what’s going on, is everything OK, or am I doing something wrong?”.
Ery said, that he also don’t remember how long they (the “spri”) need before he got his confirmation email.

So, OK, I’ll wait until tomorrow & if the email still not there, then it means I should go to the imigration office by myself than get any other trouble that will make me drop (because that’s me, I’m so easy to think a bad thing as a “sign”).

Hanya soal waktu

Shahnaz Haque membuat sebuah tulisan dan pengaruhnya luar biasa, banyak pembaca yang menangis dan kemudian tersadarkan, Rabu (5/10/2016).

174703-tulisan-shahnaz-haque-yang-bikin-pembaca-nangis-jadi-viral

Alumni None Jakarta ini menulis tentang parenting di akun Facebook miliknya.

Tulisan yang ia posting pada Minggu (2/10/2016) lalu ini menjadi tamparan keras bagi orangtua.

Istri musisi Gilang Ramadhan ini menuliskan apa yang selama ini dirasakan para orangtua.

Terutama kaum wanita yang paling sering bercengkrama dengan anak-anak di rumah.

“Hanya soal Waktu,” merupakan tulisan Shahnaz yang menohok.

Sebuah nasihat yang sangat mengena bagi orangtua yang sering jengkel dengan perilaku anak-anaknya di ruma.

Terutama saat masih kecil si anak sering bikin berantakan rumah, bikin kotor, corat-coret atau perilaku lainnya.

Namun Shahnaz mengingatkan semua itu “Hanya soal Waktu.”

Karena sebentar lagi ketika anak-anak makin besar tak lagi momen tersebut terulang.

Sosok kecil yang selalu mengikuti kemana pergi, selalu cerita apa saja dan ketika dewasa mereka mencari orang lain untuk bercerita dan momen-momen lainnya.

Berikut tulisan Shahnaz yang mengharukan.

UNTUK BAPAK/IBU YG SERING JENGKEL DG SI BUAH HATI

HANYA SOAL WAKTU

Hanya soal waktu…
Saat rumahmu akan sebersih dan serapih rumah2 dalam majalah2 yang sering kau irikan itu..

Maka… nikmatilah setiap detik letihmu yang harus berpuluh kali membereskan kekacauan yang mereka buat

Hanya soal waktu…
Saat mereka tak mau lagi kau gandeng, peluk atau sekedar kau cium rambutnya

Maka… berbahagialah ketika mereka selalu membuntutimu kemanapun kakimu melangkah, meski kadang hal itu mengesalkanmu,
bagi mereka tak ada selainmu

Hanya soal waktu…
Saat kau tak lagi jadi si serba tahu dan tempat mengadu

Maka… bersabarlah dengan rentetan pertanyaan juga celoteh riang dari mulut mungil mereka yang kadang membuat dahimu mengernyit atau keasyikanmu terhenti

Hanya soal waktu…
Saat mereka mulai  meminta kamarnya masing2 dan melarangmu mengutak atik segala rupa apa yang di dalamnya

Maka… tahan emosimu dari rengekan manja mereka saat minta kelon atau dongeng sebelum tidur ketika mata 5 wattmu juga meminta haknya

Hanya soal waktu…
Saat mereka menemukan separoh hatinya untuk selanjutnya membangun sarangnya sendiri. Mungkin saat itu posisimu tak lagi sepenting hari ini

Maka… resapilah setiap mili kebersamaanmu dengan mereka selagi bisa

Karena tak butuh waktu lama menunggu kaki kecil mereka tumbuh menjadi sayap yang kan membawanya pergi menggapai asa dan cita

Kelak kau hanya bisa menengok kamar kosong yang hanya sekali dua akan ditempati penghuninya saat pulang…

Termangu menghirup aroma kenangan di dalamnya dan lalu tercenung *”Dulu kamar ini pernah begitu riuh dan ceria”* Dan kau akan begitu merindukannya

Kelak kau akan sering menunggu dering telepon mereka untuk sekedar menanyakan *”Apa kabarmu ibu, ayah”?*

Dan kau akan begitu bersemangat menjawabnya dengan cerita-cerita tak penting hari ini

Kelak kau akan merindukan acara memasak makanan kegemaran mereka dan merasa sangat puas saat melihat hasil masakanmu tandas di piring mereka

Janganlah keegoisanmu hari ini akan membawa sesal di kelak kemudian hari

Kau takkan pernah bisa memundurkannya sekalipun sedetik untuk sekedar sedikit memperbaikinya

Karena waktu berjalan…

Ya… ia berlari…
Tidak…. ia bahkan terbang…
Dan dia tak pernah mundur kembali…

MARI KITA SAYANGI ANAK KITA SEPENUH HATI, SELAGI MASIH ADA WAKTU”

Setahun

Kurang lebih setahun yang lalu, itu saat terakhir saya memposting sesuatu di blog ini.

Dan meskipun kadang pengen, tapi saya tidak menulis apa-apa lagi, dengan alasan lupa, malas, tidak ada waktu, dll, dsb.

Tapi hari ini, saya membaca sebuah sharing yang menyenangkan di group WA SMA & rasanya sayang bila postingan tsb tidak dicatat & diingat.

Posting tsb adalah tentang tulisan Shanaz Haque yang sangat menohok tentang orang tua yang sering kali kesal dengan tingkah anak-anaknya di rumah.

Makanya, saya mencari sumber postingan sharing tsb & mencatatnya di blog ini, supaya sebagai orang tua, saya tetap ingat, bahwa seperti yang dikatakan Shanaz, bahwa “hanya soal waktu” sebelum anak-anak kita dewasa.

Note : saya juga berpikir untuk menulis lagi & menggunakan bahasa Indonesia selain bahasa Inggris. Dulu menulis dalam bahasa Inggris sebagai sarana belajar & memperlancar perbendaharaan kata juga tense saya yang sering kali belepotan. Sekarang, bukan karena sudah lebih pintar, hanya saja, menulis dalam bahasa Indonesiapun terasa sebagai sesuatu yang menyenangkan & pembelajaran baru.